
Dari zaman dahulu kala ketika gw udah mulai mengais segenggam berlian (baca: bekerja) tapi masih single alias beluman merit dan berbuntut, gw ga pernah 'ngeh sama yang namanya Asuransi dan Investasi. Asuransi yang gw tau, ya sebatas asuransi kesehatan yang notabene sudah ditanggung oleh kantor tempat gw bekerja. Asuransi selain itu sama sekali ga terbayang degh, dan kayaknya untuk Asuransi jiwa belumlah perlu, karena gw gada tanggungan sama sekali.
Investasi?? Hmm... Investasi jaman itu sebatas gw beli bayarin cicilan motor emak gw, nabung di bank yang jumlahnya ga pernah nambah2 *blushing plus pernah juga ikutan Tabungan rencana Ma*diri selama hampir setahunan lebih (itulohh yang setiap bulan uang kita dipotong dari rekening kita, besarnya suka2 kita, minimalnya Rp. 100.000,-). Tabungan Rencana tsb sukses gw hentikan dan akhirnya uangnya gw belanjakan entah barang apa karena gw udh lupa. hohoho....
Investasi lain? Hmmm... Selain itu gw cuma investasi di perhiasan, kalau ada uang bonus, duitnya gw beliin perhiasan. Pertama kali beli dulu gelang emas 10 gram. Saat itu luar biasa bangganya degh udh bisa beli gelang emas sendiri. dan disitulah mulai gw berpikir akan investasi. Dan mulailah perjalanan gw dengan investasi perhiasan (baca: emas).
Setelah menikah, jadi keluarga muda yang baru dengan buntut satu, dan semakin aktif ngebaca2 milis, utamanya
theurbanmama gw jadi makin sadar akan pentingnya dua hal yang tadi gw sebutin; Asuransi dan Investasi.
Untuk siapa? Untuk siapa? ya untuk keluarga gw lah, utamanya anak-anak gw nanti. Bukan untuk gaya-gayaan, bukan untuk sok-sokan. Setelah baca thread Asuransi Jiwa
di sini dan penjelasan mba Fitri Noeriman di
theurbanmama baru ngeh banget pentingnya Asji (baca: asuransi jiwa). Selama ini, si abi dan gwpun ikut-ikutan ngerasa cukup secure dengan adanya Asuransi + Investasi Unit link yang syariah kepunyaan si abi, yang ternyata baru gw tahu
(tapi abi beluman mau tau) kalau Unitlink itu malah tidak disarankan.
Kenapa? Kenapa? eh Kenapa unit link yang menggabungkan Asuransi dan Investasi itu tidak disarankan?? Awalnya gw juga ga tau, pernah berusaha cari tau di blog-blog perencana keuangan yg terkenal itu.. tapi entah kenapa bahasanya belum 'masuk' ke gw *maklum emak-emak lemot huahahha.... tapi entah kenapa, beberapa hari yang lalu saat iseng buka thread Asji di tum ituh, baru ngeh banget kenapa ga disarankan. Yup thank to mamod otty yang ngasih contoh dengan bahasa singkat dan lugas
di sini. Jadi ngeh degh kenapa lebih baik Asuransi dikembalikan ke fungsinya. Asuransi ya asuransi aja, Investasi ya investasi aja.. ^ ^
Juga makin melek ketika baca blog
catatan keluarga muda dan juga bahasan tentang Unit link nya Mas Aidil Akbar madjid
di siniSo, so, so... walaupun beluman berencana ambil Asji (
masih perlu duduk berdua merapat dengan si misua), gw berencana untuk mulai berinvestasi (baca: niat), semua berawal dari niat kan ya? nah gw udh niat niyh, tinggal jalan ke bank logo kuning ituhh yang malesnya ga ketulungan... padahal udah maksa2 si cece ratna buat anter, dan mudah2an besok bujukannya mempan dan si cece mau nganter.
Kenapa mesti di bank kuning2 ituh? ya karena hanya di situ dan bank Mandisendiri lah yang bisa memungkinkan orang seperti gw invest coz hanya dengan Rp. 100.000,- di sana gw bisa memulai investasi gw di reksadana.
So, ada yang mau ikutan Investasi.. yuk mareeee...
Read More - Asuransi dan Investasi