Diamku terpaku dalam sunyi ruang..
Sadarku duduk dalam lelahnya
Berpikir jernih sebening kristal kaca yang terpampang terpajang
aku melihat lelah tak jemu menyapa..
Senyum lebar kupun menanti sang diam..
biar ia tak kaku terpaku
biar ia mencair dalam panasnya terik...
menjadi ramai
hingga sorak sorai bergema ke penjuru kalbu..
tak ada sepi...
tak ada senyap..
tak ada luka dan duka..
hanya warna pelangi yang ada..
tanpa hitam ikut menggelayut...
Simpan semua senyap...
bungkus dengan kain putih..
pendam dalam cokelatnya...
dan kuning pun merayapi sang putih..