
Pagi ini entah kenapa iseng buka wall salah satu Ustadz saya kala sekolah di MA, namanya Ustz KH. Marzuqi Syatiri. Beliau memang termasuk ustz yang 'gaul' dan berjiwa muda kalau boleh dibilang, pun tidak ketinggalan dengan trend mode saat ini, yakni ber FB ria. Walaupun begitu, status-status beliau di FB terkadang memberikan banyak ilmu baru dan bahkan sebagai reminder yang menurut saya simpel tapi mengena.
Dengan caranya, beliau menyampaikan pesan2 singkat, kadang menulis satu ayat Qur'an, hadist, nasihat bijak dan malah kadang pantun dan syair menggelitik. Dari semenjak kemarin saya memang mengamati beberapa kali beliau mengupdate statusnya dengan pantun dan syair so romantis dan kadang memang romantis hahha... atau pantun yang membuat senyum pembaca wall nya. DI wall beliau tiba-tiba saya membaca terjemahan Ayat Qur'an yang tak asing bagi saya dengan kalimat yang disederhanakan menjadi: "Alquran blng: mngkn yg kamu suka itu buruk untukmu,mngkn yg kamu benci justru baik untukmu"
Lengkapnya:
“Boleh jadi, kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah yang paling mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah:216)Ingatan saya kembali ke masa lampau (ceelah lampau.. *blushing kesannya gw tua bgt), tepatnya 2007-2008 ketika saya mulai penjajakan dengan seorang Pria (yang kini jadi abinya Raisa). Dulu, karena niat awal memang mau serius, sama-sama mengenal untuk kemudian ke jenjang berikutnya apabila sama-sama merasa yakin, saya ngga pernah kebayang punya suami seorang Udhy Baidhowy, yaah walaupun sudah lama tau dia dan latar belakangnya tapi tetap yang saya tau, doi tuh tipikal bukan 'gw banget' saat itu .
Singkat cerita sempat putus nyambung karna saya nya merasa ga bisa diatur2 dan menuruti permintaannya (terutama dalam perbaikan masalah pakaian *nyengir gede). Namun di kala hati gundah gulana gelisah kembang kempis dan saya berdoa ke Tuhan minta dikasih petunjuk, eee Alhamdulillah datanglah keyakinan dan kemantapan hati. Pertama-tama siyh mungkin saya dikasih hidayah untuk jadi lebih 'bener' dalam berpakaian, ya bukan karena mau sama Udhy juga siyh sy berubah, cuma saat itu berpikir, ya bener lah apa yang dia katakan, kenapa sy harus menyanggah? padahal Menutup dan menjaga Aurat dengan benar itu adalah suatu kewajiban tanpa tawaran, kenapa sy ngerasa kesel dan ga suka dikasih masukan seperti itu?
So so so, akhirnya mulai deh meninggalkan celana jeans dan baju2 panjang ketat itu.. pakai jilbab yang dulunya dililit dileher biar gaya, diturunin sampai nutup dada. Beli baju2 baru yang aga longgar walaupun ga old fashion banget. Dan, tiba2 merasa mantep degh... Yup, dia lah Imam gw and anak2 gw kelak.
Ketika saya ngerasa ga menyukai dia karena aturannya, ke'kaku'annya de el el de el el de el el, eh tiba2 muncul degh kemantapan hati setelah 'berbicara' kepada Nya. Dia lah yang memberi petunjuk, karena hanya Ia lah yang tau segala perkara.
Sesuatu yang kita lihat indah, belum tentu sebenarnya Indah buat kita. dan sesuatu yang tampak kita tak senangi, padahal itulah yang memberikan kebaikan buat kita...
Dan itu terbukti, sampai saat ini tak ada kata lain selain Bahagia yang saya rasakan bersama suami saya. Bersama membangun keluarga islami yang senantiasa memcoba memperbaiki langkah kaki..
Sahabatku,
Dalam hal Jodoh, Rizki, dan semua perkara dalam Hidup ini.
Kepada Ia lah kita serahkan semua.. Hanya Ia yang Maha Mengetahui...
semoga sepenggal cerita ini bermanfaat
untukmusource image :
dari sini
Read More - Yang Menurutmu Baik belum tentu Baik untukmu