Perkara Ibadah sebenarnya pinginnya simpan untuk diri sendiri saja, tapi setelah dipikir mungkin dengan menulis ini saya sedikit bisa berbagi pengalaman bagi yang ingin sekali mencium hajar aswad saat beribadah di tanah suci, akhirnya sy niatkan tulisan ini untuk berbagi mudah-mudahan ada manfaat yang bisa diambil dari membaca tulisan saya ini.
Tahun 2017 lalu, merupakan tahun dimana pertama kali saya menginjakan kaki di Baitullah. Seperti mimpi, tidak terbayangkan bagi saya akan melaksanakan ibadah umroh pada tahun tersebut.
Saat manasik umroh yang pertama kali ada doa-doa dan amalan yang diajarkan oleh guru kami. Kata beliau, mulai sekarang banyak-banyak baca sholawat agar dipermudah perjalanan di sana dan diberi kelancaran. Ada satu sholawat yang diajarkannya pada kami untuk kami mulai amalkan baca.
Jujur waktu itu ada sedikit kekhawatiran, karena tanggal umroh adalah tanggal masa-masa periode bulanan saya. Akhirnya bismillah mulai ngapalin sholawat ini dan mengamalkannya. Alhamdulillah, 'tamu' yang seharusnya datang pada saat di tanah haram tiba-tiba bergeser waktunya menjadi lebih cepat saat menjelang keberangkatan umroh dan selesai ketika saya tiba di Mesir.
Setelah ziarah ke negeri para nabi "Mesir", saya dan rombongan pun menuju tanah haram dan tiba di waktu malam. Setelah mengambil miqot, kamipun memulai ibadah umroh pertama kami. Dengan dibimbing guru kami alhamdulillah rangkaian-rangkaian ibadah lancar kami laksanakan. Saat umroh pertama (umroh wajib) saya belum masuk dan mendekat ke ka'bah karena masih mengikuti rombongan. Baru saat malam saya ke masjid, saya mendekati Ka'bah, dekat... dan menciumnya.. Masuk ke hijr ismail dan solat di dalamnya. Masya Allah....
Dahulu saya berpikir, bagaimana orang bisa masuk ke dalam hijr ismail di tengah penuhnya gelombang lautan manusia. Tapi bila Allah berkehendak pasti dia mudahkan jalan...
Kali kedua itu saya memasuki area Ka'bah, awalnya ada rasa takut dalam diri saya karena saat itu area thowaf tidak bebas dimasuki oleh orang, khususnya kaum laki-laki. Hanya yang mengenakan ihrom saja yang bisa memasuki area Ka'bah. Akhirnya terpisahlah saya dan suami. Saat itu saya sempat berpikir, ikut suami atau misah masuk ke area thawaf. Akhirnya bismillah, saya misah masuk ke area thawaf dan mendekat ke Jamaah-jamaah arab yang mengenakan hitam-hitam seperti gamis saya biar saruh kesannya bareng rombongan gitu. Sambil terus baca sholawat saya minta Allah mudahkan saya bertemu orang yang saya kenal dari sekian banyak orang biar nanti thawaf ada teman, Masya Allah pas masuk area thawaf eh ko ada nongol logo travel umroh saya dari jauh kelihat, langsunglah buru2 mengikuti rombongan jamaah perempuan dan akhirnya saya bisa beribadah bersama-sama dengan dibimbing oleh umi (istri dari guru kami).
Setelah perjalanan ke thoif di sore hari, menjelang malam kami (beberapa jamaah) mengambil miqot di qornul manazil. Melaksanakan umroh yang kedua pada dini hari berdua bersama suami. Setelah selesai rangkaian umroh, saya mengantar suami untuk mendekati dan masuk hijr ismail, sambil menjaga di belakangnya saat dia solat di dalam hijr ismail. Bilamana saudara/i ku ingin sholat di dalam Ka'bah dan tenang tanpa khawatir terinjak, sholat lah tepat di depan Ka'bah masuk ke dalam mepet ke bagian paling pojok dari Hijr Ismail. Namun, bergantianlah dengan Jamaah lain. bila sudah cukup pindahlah ke area lain untuk berdoa.
Setelah sholat dan berdoa di Hijr Ismail, kami berdua mendekat ke multazam untuk berdoa di sana dan mendekat merapat ke arah Hajr Aswad. Aku melihat ibu-ibu yang naik ke atas pijakan untuk mencium hajr Aswad. penuh sekali rasanya, namun satu suara di hatiku mendorongku untuk terus semangat berpikir positif insyaallah bisa. Saya terpisah dari suami saya. karena terdorong orang yang begitu banyak ingin bergantian mencium hajr Aswad. Memang menurut guru kami yang paling mudah masuklah dari multazam terus merepet sedikit, karena nanti pasi akan terdorong ke arah hajr aswad. Benar saja tiba-tiba entah bagaimana saya sudah ada di depan Hajr Aswad dan saya langsung merunduk untuk menciumnya, wangii sekali. Rasanya seperti waktu berhenti, tidak ada yang menegur saya rasanya lama sekali saya berdoa. Lalu ada suara di hati saya yang menegur, ayo gantian dengan yang lain jangan lama2 yang lain pasti juga menunggu. Akhirnya saya keluarkan kepala saya, dan sekita itu saya mental keluar seperti terlempar dari kerumunan. Setelah itu rasanya luarr biasa, pengalaman yang tdk bisa terucap dengan kata- kata. Mata saya berkeliling mencari suami saya dimana dia berada, ternyata dia masih belum bisa masuk ke dalam, akhirnya saya panggil "abi.." seketika itu dia menoleh dan akhirnya keluar dari kerumunan memberikan tas dan kacamatanya lalu masuk kembali ke kerumunan itu.
Subuh saya sholat di luar, berjanji untuk bertemu di tempat dimana saya dan suami biasa janjian. Disitu setelah selesai, suami saya cerita bahwa dia juga berhasil mencium hajar aswad walaupun terpental beberapa kali, ketika dia akhirnya ikhlas (karena sempet agak sedih, ko ibadah begini banget saling desak-desakan trus kain ihromnya sempet nyangkut, udah lah kalau begini biar dah ya Allah) eh dia akhirnya dimudahkan juga untuk menciumnya. Dia bilang saat saya mencium ada tangan orang yang ngelindungin seperti jagain, tapi dia ga tau dah itu siapa jadi saya mudah masuk mencium hajar aswad (wallohualam..) saya yakin Allah senantiasa memudahkan langkah kita jika niatan kita baik diikuti tekad kuat.
Amalan saya yang diajarkan guru kami, membaca sholawat di atas dari mulai melangkahkan kaki keluar hotel terus sampai masuk masjid. Selain itu beliau juga pesan sholat sunat hajat dua rakaat sebelum berangkat ke Mesjid.
Demikian mudah-mudah2an postingan saya ini bermanfaat, yang baik semua datangnya dari Allah sedang yang buruk adalah khilaf saya semata mohon dimaafkan
Terimakasih
