Thursday, 30 December 2010

for ma..

Jakarta, 22 Desember 2010

entah,
aku tak pernah ucap cinta lewat kata,
sayangpun tak jelas kusampaikan lisan kepadamu
tapi aku tau kau tau, sebagaimana kamu tau ku tau
bahwa cinta, sayang dan kasih diantara kita sangat jelas terekam oleh tindak tanduk prilaku kita...

Ma,
tanpa engkau aku tak berarti
pun tak menjadi..
dirimulah satu yang membuatku seperti saat ini
kusadari kini pun tak banyak yang kuberi
karna memang semua tak kan pernah terganti..

Ma,
berat perjuanganmu, aku tau..
walau mungkin tak banyak yang kutau
karna selalu senyummu merekah di setiap langkah perjuanganmu itu
menutupi semua dariku...

bilangmu padaku,
'Nak, melihatmu anakku semua bahagia, sudah cukup untukku...
tak ada yang lebih dari itu...
bukan emas permata yang ku mau
cukup bahagiamu,
cinta kasihmu padaku...

Ma,
terharu sangat ketika kau bilang itu
tapi ku hanya diam
menyimpan rapi kata itu dalam hati
membungkusnya erat
tanpa kusanggup berkata tuk utarakan juga
betapa cintaku padamu lebih dari apapun...
karna kasihmu lah satu yang tulus sepanjang jalan tak lekang waktu...

Ma,
ketika saatnya aku bergelut
meregang nyawa tuk melahirkan putri cantikku dahulu
hanya satu yang teringat dalam benakku,
jadi inilah perjuangan terberat seorang ibu..
awal mula dari perjalanan panjang seorang ibu...
betapa ku sadar,
berat nian yang kau rasakan...
melahirkan, mengorbankanmu, asal anakmu terlahir dengan selamat...
sesalku,
mungkin pernah menyakitimu tak sengaja
padahal engkau begitu rela berkorban demiku..

Ma,
ingin kukatakan saat ini
dan tak ingin lagi kupendam kata ini
aku mencintaimu, menyayangimu,
penuh... sepenuh hatiku...
karna kebahagianmu adalah melihatku bahagia..
aku akan terus bahagia dalam hari-hariku nanti...
sehingga senyum indahmu merekah di hati dan bibirmu
hanya itu yang ku mau mama..
membuatmu sepenuhnya bahagia...

Happy Mother's Day ma...
love u...
so much...

Read More - for ma..

Tuesday, 28 December 2010

Raisa Sakit [lagi]

Tepatnya Selasa malam 14 Desember 2010, kurasakan tubuhnya dan dahinya panas teramat panas, di tengah malam akhirnya kukompreslah ia dan kucek temperatur suhunya. Ya Allah, ternyata panas anaku 39 derajat, lalu 40 derjat.. ya Allah, kenapa dengannya...
Alhamdulillah, pagi harinya setelah cek suhu badan, ternyata raisa Alhmd sudah tidak panas seperti semalam. cerianyapun kembali...

jreng jreng jreng...
Kamis malam 16 Desember malam menjelang maghrib setelah bangun tidur, tiba tiba raisa panas lagi... tapi masih 38 derajat dan menjelang malam mencapai 40 derajat lebih..

akhirnya pagi-pagi ku siapkan ia untuk ke dokter, salahku memandikan dirinya, padahal harusnya cukup dengan mengganti bajunya. akhirnya ia menggiggil tak kuasa dan langsung ia ku bw ke klinik terdekat. setelah di klinik panasnya mereda. dan aku pun hanya memberikan obat dari klinik beserta kompres air hangat. entah mengapa hari Sabtunya panasnya tak kunjung reda, hanya dikisarn 38, ketika minum obat, panasnya akan turun, tapi setelah bangun dari tidur, panasnya kembali. dan yang lebih ku khawatirkan ada spot merah tampak di perut dan dadanya seperti habis terbakar. aku tak tau itu apa, dan dokter klinik pun (padahal dia dr senior tak tau juga itu apa, dia hanya bilang krn suhu tubuh terlalu panas dan memang lagi musim sakit seperti itu). karena masih ragu n curiga, akhirnya ku bawa ia ke dr budi di Medika permata hijau.

Betul saja, bukan panas yg dikhawatirkan dokter, melainkan spot merah itu, dia khawatir anakku terkena virus herpes or apalah namanya itu. dan dr segera meminta kita tes darah ke lab dan menunggu hasilnya 2 jam lagi.

Ketika vonis dokter menyampaikan bahwa anakku mesti perawatan intensif karena lekositnya (sel darah putih) di dalam tubuhnya sangat tinggi mencapai (27.000)sangat jauh sekali dari normal, dan mengindikasikan anakku terkena infeksi dari bakteri/virus atau apalah itu (dr sendiri tdk dapat mengetahui dan menjelaskan pastinya) maka akhirnya kuputuskan untuk rawat inap bagi raisa.

Sedih rasanya melihat raisa dicari nadinya untuk dipasang jarum, krn suster2 yang kayaknya kurang profesional ituh berkali2 menusuk jarum ke anakku dan anakku (wajarlah) namanya jg baby ga bisa diem. akhirnya dengan menahan derai air mata sangat raisa diinfus juga... (teriris banget rasanya)




dan....

alhmd setelah treatment 3 hari, raisa sdh boleh pulang. lekositnya sdh normal, dan u know what, sakitnya itu aku rasa juga karena dia sedang teething, terbukti giginya tumbuh sekaligus 6 (oh my God nak....) dan Thank God juga raisa ditanggung asuransi kantor si abi, jadi kami tak perlu panik, tinggal masuk dan menunjukan kartu Asuransi (di cover Allianz) dan semua beres..
Read More - Raisa Sakit [lagi]

Thursday, 9 December 2010

8 Bulan Raisaku sayang

09.04.10 - 09.12.10 = 8 Bulan Raisa Adzilla Izzaty

ga terasa, anaku sayang sudah 8 bulan usianya.. sekarang banyak sekali yang dibisa
mulai merangkak sampai udh menggapai2 mau berdiri
senangnya melihatnya...
Read More - 8 Bulan Raisaku sayang

Wednesday, 8 December 2010

SALMON BALL CRISPY WITH CHEESE




Kaldu Salmon (9m+)

Bahan:
- salmon/tulang salmon yang masih ada dagingnya
- 600 ml air matang
- daun salam
- jahe, kupas dan geprek
- 1/4 buah bawang bombay

Cara membuat:
- didihkan air lalu masukkan salmon/tulang salmon, jahe, daun salam, dan bawang bombay. jika sudah mendidih lagi, kecilkan api dan masak lagi sekitar 15 menit. matikan api dan pisahkan air dan daging (nah, airnya bisa disimpen buat kaldu, dagingnya yang dibuat salmon ball).

Salmon Ball (9m+)


Bahan:
- keju cheddar parut
- wortel, potong kecil
- bawang putih, geprek dan cincang
- bawang bombay, potong kecil
- olive oil/unsalted butter
- 1 sdm tepung terigu
- 2 sdm yoghurt plain
- 50 gram elbow macaroni
- 1 butir Telur
- Tepung Roti secukupnya (Bila ingin digoreng)

Cara membuat:
- rebus macaroni dalam air, tiriskan lalu cincang kasar
- suwir2 daging salmon, sisihkan.
- panaskan wajan, lalu masukkan olive oil/unsalted butter dan tumis bawang putih & bombay
- masukkan macaroni, keju, yoghurt, wortel, dan tepung terigu. aduk rata.
- matikan api lalu masukkan daging salmon, aduk lagi.
- buat bola2 salmon dengan bantuan 2 buah sendok.

Salmon ball ini bisa digoreng atau dimasak jadi sop.



Sop Salmon Ball

Bahan:
- salmon ball
- bawang putih, geprek dan cincang
- bawang bombay, potong kecil
- 300 ml air
- tahu
- merica
- olive oil/unsalted butter

Cara membuat:
- tumis bawang putih & bombay dengan olive oil/butter
- tuang air dan didihkan
- masukkan salmon ball dan tambahkan merica
- masak hingga mendidih

Hasil mempraktekan resep Asli dari Otty The Urban Mama
Read More - SALMON BALL CRISPY WITH CHEESE

Friday, 3 December 2010

Sakitnya Raisa dan aku

Berawal dari Jumat 26 Nov lalu ketika mama report klo raisa aga batuk dan pilek ketika siang kutinggalkan. Aku siyh masih fine fine aja karena kucek panas badannya normal, batuknya pun masih bs ditoleransi dan pilek nya juga belum keluar banget cuma bunyi nafas grok grok grok aja yg udh sempet kudenger malam sabtunya. Hari Sabtu 27 Nov 10, niat banget diriku dateng ke maternity & baby fair di jhcc. maksa-maksa abi buat anterin n jalan2 ke sana. padahal abi udh bilang ke aku, "hari ini acara di jhcc padet banget loh yang!", "hari ini BMG meramalkan siang bakal hujan besar" hmmm tapi yang namanya seorang elva, sempet tutup kuping tuh ma warning si abi n infonya dia. yang penting aku pengeenn banget dtg, bagaimana cara.

akhirnya, berangkat pulalah jam 12.30 siang ke JHCC dengan diawali makan siang di ampera 2 tak di deket benhil. aw aw aw, ternyata oh ternyata setelah selesai makan, hujan turun dan kita terjebak dalam restoran yang ga gede gede amat ituhhh...
akhirnya ketika udh aga redaan si abi bilang ayo kita jalan, dan kupun jalan lah dengan menutupi rarai pakai jaket si abi.

di JHCC @ maternity & baby fair. cuma beli 2 bh clodi coolababy (yg bisa dibeli online padahal), dapet 2 buah balon, rarai cukup senang dengan situasinya, TAS gw n isinya hampir aja ilang karena keteledoran kelupaan pas nyusuin rarai, ketinggalan... bener bener... kata suami emang mesti kita dengerin... hikhikhik

akhirnya, Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, sakit lah ia... dan akupun sakit... aku malah ijin ga masuk kantor karena raisa sakit...
Read More - Sakitnya Raisa dan aku