Di usianya yang menginjak 1 thn lebih, Raisa seringkali terserang batuk dan pilek. Sebulan sekali mesti terjangkit virus yang berujung ke penyakit flu, batuk dan demam. Kalau sudah sakit gini ujung-ujungnya ya susah makan alias ga napsu makan.
Beberapa bulan yang lalu, rekan kerja di kantor yang kebetulan juga mempunyai anak balita menyarankan aku untuk mencoba memberikan madu anak kepada Raisa. Dari pengalaman rekan kerjaku tersebut yang secara rutin memberikan sesendok teh madu dipagi hari setelah bangun tidur ke anaknya, didapati anaknya sudah jarang sekali terjangkit virus dan nafsu makannya membaik.
Karena tertarik mau coba, akhirnya cobalah membeli Madu Anak Al Wadey yang diceritakannya. Begini penampakannya:

Untuk Raisa, Alhamdulillah semenjak rutin mengkonsumsi madu setiap harinya, saat ini lumayan aga jarang sakit utamanya batuk pilek. Mudah2an ke depan raisa terus sehat dan ga gampang sakit. Amin yra
Oh ya, satu lagi. ternyata Mengkonsumsi Madu bagi anak sangat bermanfaat loh. googling2 eh diinformasikan
di sini bahwa berdasarkan penelitian dari penelitian Y.Wadodo, seorang peneliti pada pusat penelitian dan pengembangan gizi di bogor ini, membawa kabar gembira bagi orang tua yang memiliki anak balita yang susah makan, ia melaporkan bahwa pemberian madu secara teratur setiap hari dapat menurunkan tingkat morbiditas (panas dan pilek) dan memperbaiki nafsu makan balita.
Dari hasil penelitian tersebut menunjukkan, tingkat morbiditas terhadap panas dan pilek kelompok madu (sampel ) menurun, nafsu makan mengalami peningkatan, porsi dan frekuensi makan balita bertambah, akibat dari hal tersebut konsumsi energi dan protein mereka juga meningkat dibandingkan kelompok sirup (kontrol).
Penelitian itu menghasilkan kesimpulan :
Kesimpuan yang pertama : madu merupakan makanan yang kaya akan gizi sedangkan gula hanya mengandung energi/ kalori
Kesimpulan yang kedua : madu ternyata juga mengandung senyawa yang mempunyai sifat antibiotik
Kandungan gizi utama pada madu adalah aneka senyawa karbohidrat seperti fruktosa (41%), glukosa ( 35% ), sukrosa ( 1,9% ), dan juga dekstrin ( 1,5% ) karbohidrat madu ikut menambah pasokan sebagian energi yang dibutuhkan oleh balita.
Kadar protein pada madu relatif kecil, hanya sekitar 2,6%. Namun kandungan asam aminonya cukup beragam, baik asam amino ensesialnya maupun non esensial. Asam amino itu turut memasok sebagian keperluan protein pada tubuh balita. Kandungan vitamin yang terdapat dalam madu yaitu vitamin B1, B2, B3, B6, dan vitamin C. Sementara itu mineral yang terkandung dalam madu antara lain kalium, natrium, kalsium, magnesium, besi, tembaga, fosfor dan juga sulfit. Walaupun jumlahnya relatif hanya sedikit, mineral dalam madu merupakan mineral ideal bagi tubuh manusia karena imbangan dan jumlah mineral madu mendekati yang terdapat dalam darah manusia.
Penelitian menunjukkan, madu juga mengandung hormon pertumbuhan. Dilaporkan, stek batang pohon yang dicelupkan dalam madu akan lebih cepat berakar dan bertumbuh lebih baik dibandingkan stek yang ditanam tanpa dicelupkan pada madu terlebih dahulu. Selain itu, madu juga mengandung zat antibiotik, kandungan ini merupakan salah satu keunikan madu. Peter. C. Molan (1992), peneliti dari Departemen of Biologikal Seinces, University of Waikoto, di Hamilton Selandia Baru dalam penelitiannya membuktikan, madu mengandung zat antibiotik yang aktif melawan serangan berbagai patogen penyebab penyakit.
Takaran untuk minum madu
Untuk memperoleh manfaat kesehatan madu – konsumsi cairan manis yang menjadi cadangan makanan koloni lebah ini secara teratur. Pada penelitiannya, Widodo memberikan pada balita yang menjaadi sampel penelitian, madu sebanyak 20 gram pada tiap harinya.