Tuesday, 18 October 2011

Raisa ditinggal Abi Dinas


Abinya Raisa dinas selama 3 hari. Sebelumnya, abi sebenarnya sudah sering dinas dan Raisa pun cuek dengan ketiadaan abi. Namun kali ini aga berbeda. Semenjak dia sudah mengerti dan pandai berucap, Raisa jadi aware akan segala hal.

Diawali saat saya pulang kantor semalam, dan seperti biasa Raisa diantar adik iparku ke rumah untuk pulang. Setelah dadah dadah sama 'encing (baca: paman)nya, Raisa senyum2 bertemu aku dan segera memintaku bergegas ke kamar karena dia mau 'nene (baca: nenen).

"mah.. emah... nene.. yo.. yo" ujarnya, yang kujawab "sebentar mommy ganti baju dulu". Ketika sedang khusyunya mimi, tiba-tiba dia terbengong, seperti berpikir ada yang dia lupa atau ada yang hilang, lalu berucap "ba.. aba.. ba.. aba?" owalahh ternyata dia bertanya, Abi mana? (karena dia blm bisa dengan kosa kata akhiran 'i' maka semua akhiran 'i' diganti menjadi 'a').

Biasanya, rutinitas miminya dia selalu ditemani si abi, nah semalam dia mungkin aga kebingungan kemana abi nya itu pergi. Langsung saja kuberi penjelasan kalau abinya pergi naik pesawat (sambil memeragakan pesawat terbang dengan tanganku). Sontak dia berkata kencang seraya hampir mau menangis " ca.. ca.. mo..mo.." maksudnya Raisa mau, dia ternyata berpikir kalau dia mau ikut, kenapa dia ga diajak.. owalahhhh anak mommy udh besar sekarang, udh ngerti kalau ditinggal.

Cepat besar ya nak, gantung citamu setinggi langit, insyaallah kau bisa meraihnya... Amin yra...
Read More - Raisa ditinggal Abi Dinas

Monday, 17 October 2011

Perjalanan Mengenal Reksadana



Awalnya gw gak mengerti apa itu Reksadana. Dipikirku hanya orang dengan duit berjutjut, beremem yang bisa beli Reksadana tersebut. Setelah heboh-heboh jadi bahan diskus emak-emak di threadnya theurbanmama baru degh gw engeh (baca: tau) kalau ada RD yang bisa kita beli bahkan hanya dengan uang seratus ribu rupiah saja, cocok banget tuh buat gw yang hanya seorang investor miskin. Yess, say that I'm norak and too late to know this information. But Of course, better late than never kan yah? *pembelaan diri hohoho

So, akhirnya gw buka lah account Auto Invest tersebut di salah satu Bank Swasta berlogo kuning-kuning itu (itu loh yang iklannya lagi marak di tipi), yang dengan hanya Rp.100.000/bln kita bisa start investasi kita untuk masa depan.

Untuk memilih RD mana yang tepat, kita harus benar-benar tau tujuan kita untuk apa? as mba Ligwina Hananto dari QM Financial said, "Tujuan lo apa??"

Nah, berdasarkan tujuan baru degh bisa ditentukan, lo baiknya memilih RD jenis apa. Kalau gw sendiri, karena investasi ini pure (insyaallah I'm on the track, aminnn) untuk dana pendidikan anak kelak nanti kalau dia SMU atau kuliah, so akhirnya yang gw pilih pun RD yang menghasilkan return lebih tinggi, walaupun resikonya jg tinggi. tapi karena lagi-lagi ini investasi jangka panjang (lebih dari 15 thn malah), bismillah aja... insyallah semua dapat dijalani.

Dengan catatan memilih RD nya pun yang berbasis syariah, kemarin siyh ga nengok-nengok yang lain, yang ditengok yang judulnya syariaah aja, jadi milih MI nya akhirnya Manulife syariah sektoral amanah. Mudah-mudahan benar2 amanah ya seperti namanya. Amin yra..

image source: dari sini
Read More - Perjalanan Mengenal Reksadana

Imunisasi DPT + HIB + Polio (Tahap IV)


Tepat 09 Oktober 2011 lalu, Raisa Genap 18 bulan. Setelah 'istirahat' dari imunisasi terakhir yakni campak di usia 9 bulan, akhirnya kemarin Sabtu 15-10-11 Raisa mendapatkan Suntikan Imunisasi untuk DPT + HIB + Polio Tahap keempat. Berdasarkan jadwal imunisasi rekomendasi IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), pemberian vaksin untuk DPT + HIB + Polio tahap empat memang dilakukan pada anak usia 18 bulan. Oleh karena itu, buru-buru mengajak si abi untuk 'janjian' ma dokter. Tadinya siyh mau imunisasi tanggal 8 Oktober, cuma berhubung padat merayap di hari itu so diputuskan tanggal 15 Oktobernya saja.

Pilihannya ya kalau engga di dr Budi di RS Medika Permata, kita ke POTAS RSAB Harkit walaupun belum tau siapa dokternya (coz POTAS HARKIT baru saja membuka pelayanan pada hari Sabtu, sebelumnya tidak pernah ada).

Karena di POTAS jadwal dokter lebih pagi dan lebih banyak option dokter, so akhirnya kami lebih memilih ke Potas RSAB Harapan kita ketimbang ke Medika Permata hijau yang walaupun jaraknya tidak terlalu jauh, namun dokternya prakteknya lebih siang.

Sesampainya di POTAS (poliklinik anak sehat), aku dikejutkan oleh daftar dokter yang diajukan di bagian pendaftaran. Owhhh ternyata hari Sabtu kini sudah ada 3 dokter untuk pagi hari (Jam 08.00 - 10.30) dan 3 Dokter untuk siang hari (Jam 10.30 - Jam 13.00). Pilihanku akhirnya ke dr. Rifan Fauzie, dan mendapat antrian No. 11.

Belum kenal dan belum tau juga siyh pak dokternya kayak apa dan bagaimana, namun entah kenapa sreg aja pas mutusin mau coba imunisasi di beliau ketimbang di dokter lainnya yang juga sudah datang (dokter satunya adalah dokter perempuan dr. fx koes kalau ga salah ingat, beliau termasuk dokter yang senior dan sudah sepuh, sebelumnya raisa pernah juga imunisasi di beliau)

kesan pertama ketemu si dokter:
1. Dokternya masih muda (dan ganteng.. wkwkw)
2. Ramah, dan mengucap salam terlebih dahulu
3. Komunikatif
4. Informatif
5. Pandai mengalihkan si kecil sehingga si kecil tidak ketakutan saat diperiksa dan diimunisasi (terbukti raisa yang tipikal takut banget sama dokter/karena pernah trauma dirawat kemarin diimunisasi cuma nyebeng aja, ga nangisss!!)
6. Sempat nerima telpon siyh, tapi dia ijin dulu ke kami untuk mengangkat telp tsb


So, kemungkinan untuk imunisasi cacar air bulan depan, Raisa akan balik ke beliau degh.

the last, total kerusakan di POTAS :
*dokter + pendaftaran : Rp. 125.000
*Imunisasi combo (DPT+HIB+Polio Tahap IV) dengan vaksin pediacell Rp. 445.500,-

source image dari sini
Read More - Imunisasi DPT + HIB + Polio (Tahap IV)

Thursday, 13 October 2011

Asuransi dan Investasi



Dari zaman dahulu kala ketika gw udah mulai mengais segenggam berlian (baca: bekerja) tapi masih single alias beluman merit dan berbuntut, gw ga pernah 'ngeh sama yang namanya Asuransi dan Investasi. Asuransi yang gw tau, ya sebatas asuransi kesehatan yang notabene sudah ditanggung oleh kantor tempat gw bekerja. Asuransi selain itu sama sekali ga terbayang degh, dan kayaknya untuk Asuransi jiwa belumlah perlu, karena gw gada tanggungan sama sekali.

Investasi?? Hmm... Investasi jaman itu sebatas gw beli bayarin cicilan motor emak gw, nabung di bank yang jumlahnya ga pernah nambah2 *blushing plus pernah juga ikutan Tabungan rencana Ma*diri selama hampir setahunan lebih (itulohh yang setiap bulan uang kita dipotong dari rekening kita, besarnya suka2 kita, minimalnya Rp. 100.000,-). Tabungan Rencana tsb sukses gw hentikan dan akhirnya uangnya gw belanjakan entah barang apa karena gw udh lupa. hohoho....

Investasi lain? Hmmm... Selain itu gw cuma investasi di perhiasan, kalau ada uang bonus, duitnya gw beliin perhiasan. Pertama kali beli dulu gelang emas 10 gram. Saat itu luar biasa bangganya degh udh bisa beli gelang emas sendiri. dan disitulah mulai gw berpikir akan investasi. Dan mulailah perjalanan gw dengan investasi perhiasan (baca: emas).

Setelah menikah, jadi keluarga muda yang baru dengan buntut satu, dan semakin aktif ngebaca2 milis, utamanya theurbanmama gw jadi makin sadar akan pentingnya dua hal yang tadi gw sebutin; Asuransi dan Investasi.

Untuk siapa? Untuk siapa? ya untuk keluarga gw lah, utamanya anak-anak gw nanti. Bukan untuk gaya-gayaan, bukan untuk sok-sokan. Setelah baca thread Asuransi Jiwadi sini dan penjelasan mba Fitri Noeriman di theurbanmama baru ngeh banget pentingnya Asji (baca: asuransi jiwa). Selama ini, si abi dan gwpun ikut-ikutan ngerasa cukup secure dengan adanya Asuransi + Investasi Unit link yang syariah kepunyaan si abi, yang ternyata baru gw tahu (tapi abi beluman mau tau) kalau Unitlink itu malah tidak disarankan.

Kenapa? Kenapa? eh Kenapa unit link yang menggabungkan Asuransi dan Investasi itu tidak disarankan?? Awalnya gw juga ga tau, pernah berusaha cari tau di blog-blog perencana keuangan yg terkenal itu.. tapi entah kenapa bahasanya belum 'masuk' ke gw *maklum emak-emak lemot huahahha.... tapi entah kenapa, beberapa hari yang lalu saat iseng buka thread Asji di tum ituh, baru ngeh banget kenapa ga disarankan. Yup thank to mamod otty yang ngasih contoh dengan bahasa singkat dan lugas di sini. Jadi ngeh degh kenapa lebih baik Asuransi dikembalikan ke fungsinya. Asuransi ya asuransi aja, Investasi ya investasi aja.. ^ ^

Juga makin melek ketika baca blog catatan keluarga muda dan juga bahasan tentang Unit link nya Mas Aidil Akbar madjid di sini

So, so, so... walaupun beluman berencana ambil Asji (masih perlu duduk berdua merapat dengan si misua), gw berencana untuk mulai berinvestasi (baca: niat), semua berawal dari niat kan ya? nah gw udh niat niyh, tinggal jalan ke bank logo kuning ituhh yang malesnya ga ketulungan... padahal udah maksa2 si cece ratna buat anter, dan mudah2an besok bujukannya mempan dan si cece mau nganter.

Kenapa mesti di bank kuning2 ituh? ya karena hanya di situ dan bank Mandisendiri lah yang bisa memungkinkan orang seperti gw invest coz hanya dengan Rp. 100.000,- di sana gw bisa memulai investasi gw di reksadana.

So, ada yang mau ikutan Investasi.. yuk mareeee...
Read More - Asuransi dan Investasi

Ketika Anak Mimisan


Rabu, 28 September 2011 18.30 WIB,Sepulangnya saya dari Kantor, seperti biasa saya terburu-buru untuk menyiapkan teh suami, salinan, berwudhu dan Solat Maghrib. Hal ini saya lakukan tanpa jeda karena saya ingin segera bertemu anak saya yang setiap harinya dari Pagi sampai Saya pulang kantor saya titipkan di bawah pengawasan mertua dan asistensi si mba tetangga dekat rumah.

Malam itu, belumlah selesai saya mengenakan jilbab instan untuk menjemput Raisa, tiba2 sudah terdengar bunyi pagar rumah, tanda ada yang datang. Ternyata sis Mama datang mengantar Raisa pulang. ya, jikalau saya tidak segera menjemputnya, Raisa pasti kepingin buru2 pulang, walaupun baru hanya mendengar bunyi pagar saya membuka pintu tanda sudah pulang. Buru2, Raisa lari ke depan dan minta dianter pulang oleh mama/adik suami saya.

Saat mengambil Raisa dari gendongan mama, tiba-tiba mama bilang, " Va, tadi Raisa masa mimisan, bangun tidur mama kaget banget di hidungnya banyak darah, untungnya abis dibersihin ga lama berhenti". Ya Allah, anakku mimisan... Di keluargaku, aku terbilang sering meilhat kejadian mimisan. Entah Dian, Kakakku, Ulin atau chazi Adikku yang sering mengalami mimisan. tapi melihat si kecil mimisan, tak pernah terbayangkan olehku.

Memang dalam masa pertumbuhan, mimisan (epistaxis) kerap terjadi pada anak. Mimisan ditengarai terjadi karena adanya kelainan pembuluh darah, namun biasanya pada anak lebih sering terjadi akibat dari Faktor perubahan cuaca yang tidak menentu. Seperti yang terjadi dengan Raisa, saya berasumsi bahwa mimisan tersebut terjadi memang karena faktor perubahan cuaca yang sangat tidak menentu akhir-akhir ini. Saat ini di Jakarta, siang sangat panas terasa. Dan mimisan yang terajadi pada anak saya, kemungkinan besar karena hal tersebut. Hal ini karena mimisan hanya terjadi saat itu, dan alhamdulillah tidak berulang, sepert yang kerap terjadi pada adik saya dulu.

Apapun penyebab mimisan, walaupun tidak membahayakan, tetap saja sebagai orang tua, saya merasa sangat khawatir. Terlebih mama mertua yang melihat langsung kejadian tersebut. Untungnya, karena pengalaman, mama tidak terlalu panik menghadapi situasi tersebut (bayangin deh kalau saya yg mesti ngadepin langsung n liat dari hidung si kecil mengucur darah, pasti paniknya luar binasaa). Beliau langsung membersihkan darah yang mengalir tersebut, mendudukan raisa seraya kepalanya ditengadahkan dan menyumbat hidungnya dengan handuk kecil supaya aliran darah berhenti.

Ketika mimisan terjadinya, memang seharusnya tidak panik, begitu yang dikatakan Ibu saya dulu ketika mengatasi mimisan pada Kakak & Adik saya. Cukup dengan mendudukan anak pada posisi tegak, kepala menengadah. Hidung yang berdarah sementara disumbat dengan handuk kecil/tisue dan diberi tekanan pada hidung/dipencet dengan tujuannya sih untuk mengecilkan pembuluh darah yang pecah dan mempercepat proses pembekuan darah agar darah tidak lagi menetes.

Kalau di keluarga kami, biasanya Ibu/Ayah saya langsung memetik daun sirih dari pekarangan rumah, mencuci bersih daun sirih tersebut memulungnya (sebelumnya daun sirih tersebut ujungnya dipotes agar getah daun sirih keluar) dan memasukan ke rongga hidung yang mengalami epistaxis tersebut. Insyaallah, mimisan pada anak Anda akan segera berhenti.
Read More - Ketika Anak Mimisan