Mudah2an Allah SWT melancarkan usaha kami dan memberikan kepercayaan kepada saya dan suami untuk dapat menambah momongan. Aamiin yra..
Monday, 13 May 2013
Finally, Lepas IUD
Jalan-Jalan Ke Jogja
Awalnya saya sudah tenang ketika Ortu bilang kalau urusan penginapan + mobil mereka yang arrange (coz mereka biasa ke Jogja mengunjungi Adikku) tapi di detik akhir infonya belum ada kepastian menginap dimana so Jadilah kita cari kamar go show yang nyata2 pada saat itu wiken dan dimana-mana full :(
Tapinya Alhamdulillah masih juga disayang Allah kita dpt kamar di hotel Asia Afrika, hotel yang mayan sering juga diinapi ortu kalau ke Jogja.
So beginilah historis perjalanan ke Jogja:
Monday, 6 May 2013
Resep Siomay Simple Mba NingNung TUM
Berawal dari mampir ke web The Urban Mama, aku menemukan resep salah satu mama TUM di sana yang diposting, pengen banget coba ah kalau nanti ada waktu berikut resepnya yang resep aslinya aku ambil Disini
Bahan:
- 400 gram daging ikan tengiri, haluskan
- 5 sdm (munjung) tepung sagu
- 1/2 buah labu siam, kupas, parut
- 1 butir putih telur
- 50 cc air dingin
- 2 siung bawang putih, parut
- 1/2 sdt garam
- 1/4 sdt merica
- 2 batang daun bawang, iris halus (bisa diganti sayur lain, mis: wortel)
Cara membuat:
- Campurkan semua bahan kecuali daun bawang, aduk rata.
- Masukkan daun bawang.
- Didihkan air secukupnya di panci.
- Ambil 1 sendok makan adonan, bentuk bulat (menggunakan 2 sendok makan), masukkan ke dalam air mendidih.
- Tunggu sampai mengambang, angkat. Siap disajikan dengan saus kacang atau saus tomat buatan sendiri.
Air sisa merebus siomay nya juga bisa dimanfaatkan. Karena sewaktu saya cicipi rasanya cukup gurih, jadi saya simpan di kulkas dan besoknya saya pakai untuk kuah sup.
Untuk saus kacang juga bikinnya mudah. Saya menggunakan selai kacang (pilih yang halus), yang dicampur dengan bawang merah cincang, bawang putih cincang, kecap manis, garam, dan air. Masak di atas kompor sampai mendidih dan kental.
Siomay dengan cocolan saus kacang siap dinikmati! Selamat mencoba!
Tuesday, 9 April 2013
Selamat Ulang Tahun ya Sayang.....
3 Tahun lalu,
aku masih ingat ketika akhirnya aku harus menyerah pada keadaan, anganku ingin sekali merasakan persalinan Normal, namun Tuhan berkehendak lain ketika aku mengalami KPD (ketuban pecah dini) dan yang bahayanya bayiku telah terinfeksi karena telah meminum cairan ketuban yang sudah berwarna hijau tersebut. Tanpa berpikir lama, suamiku akhirnya langsung berkata Iya ketika dokter memvonis bayiku harus segera dikeluarkan melalui operasi cesar.
3 Tahun lalu,
Aku mendengar ketakutan hatiku, kala semua meninggalkanku dan orang berbaju biru itu mendorong tempatku tidur menju ruang operasi. Kucemas melihat lampu-lampu besar itu. Seketika ingin berlari dan bilang cukup, ngga jadi aja ya...
In fact, kutepis semua ketakutan itu.. kutegarkan hati.. kukuatkan mentalku.. dan kupasrahkan semua kepada-Nya. Biarlah, segala cara akan kutempuh untuk menyelamatkannya, untuk melihatnya, memeluknya erat...
3 Tahun lalu,
Aku jadi sadar, betapa sulitnya menjadi seorang Ibu. Betapa besarnya pengorbanan Ibu. Jadi begitulah dulu mama pun susah sulit melahirkanku. Menyesallah diri ini ketika banyak membuat luka orang tua tercinta.
Slide film seolah berputar saat itu.. aku tidak membayangkan kesakitan dan ketakutanku, tapi aku membayangkankan kesakitan yang mama alami untuk melahirkanku...
3 Tahun lalu,
Aku menangis haru melihatmu bayiku.. Aku takjub saat proses menyusuimu.. Aku antusias melihat suster itu memandikanmu..
Pun sempat kuteteskan airmata saat aku harus berjalan sendiri menujumu yang saat itu terpaksa harus terpisah dariku karena harus di ruang perawatan khusus di lantai atas sana.
3 Tahun lalu,
Aku semakin tahu bahwa Abimu merupakan abi terhebat di dunia, yang membantuku di proses-proses sulit, awal-awal adaptasi menjadi seorang ibu dengan penuh kesabaran.
Kini,
Kau sudah besar Nak. Tak mampu lagi raga ini menggendongmu sepanjang hari seperti ketika dulu kau kutimang selalu.
Jadilah anak yang berguna, bagi agamamu, bagi kedua orang tuamu, nusa dan bangsamu... Tuntutlah ilmu kemana dan dimana saja sebanyak mungkin.. Raihlah citamu setinggi bintang di angkasa, Gapailah mimpi dan gantungkan selalu, niscaya suatu saat nanti akan tercapai...
Mudah-mudahan Allah SWT selalu melindungi dan memberkahimu Nak. Susurilah jalan ke depan, jalanmu masih panjang...
Selamat Ulang Tahun ya Sayang,
Mommy selalu sayang Raisa....
Tuesday, 2 April 2013
Jalan-Jalan [Anter Mama] ke Taman Wisata Mekarsari
Jumat lalu (29/3/13) saat Hari Libur Nasional, berangkatlah kami sekeluarga (minus Bebe, Opar dan Chazi) ke Taman wisata Mekar Sari di Cileungsi Bogor. Tujuan awalnya si aku mau anter Mama yang memang dari beberapa waktu lalu minta untuk dianter 'survey' ke Taman buah terbesar itu. Katanya si anak TK Nur Balita mau berwisata ke situ, mau ikut program yang tanem2 padi and mandiin kerbau itu (hadehhh) plus berenang.
Sebelumnya aku sudah di wanti-wanti sama sohibku si Petty yang udh pernah sebelumnya ke sana. Katanya di sana Panassss. sempet sih berkecil hati dan aga malas2an untuk ke sana. tapi dengan niat bulat berbakti ya sudah tetap dijalani, perkara panas ntar dipikirin lagi :D
Perjalanan menuju sana tidak bisa dibilang lancar, utamanya pas keluar pintu tol Cibubur. di beberapa titik kita terjebak macet dan sampai jam mendekati pukul 12 tanda sudah waktunya Menepi untuk cari Masjid kita masih aja terjebak macet. Luckily, ga beberapa jauh terlihat juga kubah Masjid dan akhirnya menepilah kami di situ sementara Abi Raisa dan Ayahnya Radhina menunaikan solat Jumat.
Pukul 1 lewat beberapa menit (1.15) akhirnya kami tiba di taman Mekar Sari. ehh ehh ternyata banyak juga yang ke sini ya. terlihat dari antrian masuk di gerbangnya. Untuk 6 orang dewasa, 2 anak kecil di atas 2 thn dan 1 mobil kami dicharge Rp. 130.000,-
setelah tiba di lapangan parkir, Mama bergegas cari2 alas buat duduk gelar perbekalan. Akhirnya dapat juga kardus2 untuk digelar hehhehe...
Setelah selesai menikmati santap siang, masuklah kita ke arena taman wisata mekarsari. Yang pertama kali dituju, apalagi kalau bukan Kereta. Memang kita berencana untuk keliling kebun dengan naik kereta. Karcisnya per orang dikenakan Rp. 10.000 untuk sekali naik memutari taman mekarsari yang luas. Setelah membeli karcis dan antri cukup panjangggg akhirnya kita semua naik deh di keretanya. Oh iya, kita semua juga diberikan secup kecil jus sirsak loh. hmmmm enyak jusnya asli. jusnya dinikmati sambil di perjalanan keliling naik kereta.
Para pengunjung bisa berhenti di tepi danau yang di sana banyak sekali permainan-permainan. Namun karena cuaca khawatir akan hujan dan sudah mendung, mama lebih memilih langsung kembali ke tempat kita naik. Akhirnya setelah turun dari kereta, Raisa dan Radhina memilih naik kereta kecil lucu lagi yang ada relnya.
Setelah itu kami menuju musholla untuk solat Ashar dan bergegas pulang, waktu sudah menunjukan pukul 4.30 ketika kami pulang.
Subscribe to:
Posts (Atom)








