Tuesday, 24 April 2018

Perjalanan Ke Mesir

Sambil santai teringat perjalanan akhir 2017 lalu ke Negeri para Nabi, Mesir.

Bagi kalian yang berencana atau berkeinginan ke Mesir, berikut saya kasih info pengalaman saya ke Mesir dan sedikit berbagi agenda selama di sana.

Penerbangan yang lumayan lama ditempuh dari Jakarta - Muscat - Kairo membuat badan terasa remuk redam saat tiba di malam hari di Giza. Yess, kita menginap di salah satu hotel yang tidak begitu jauh dari letak Great Pyramid yg termashur. Tepatnya di Grand Pyramid.

Hotelnya sendiri merupakan hotel bintang **** lumayan lah fasilitas dan segi kenyamanannya buat kami. Walaupun sudah lumayan agak tua, baik dari segi bangunan maupun interior (kelihatannya), namun buat turis berkantong tipis macam kami, cukup lah yaa....





*pic from  booking.com



Untuk wifi gratis bisa kamu dapatkan dengan meminta pasword wifi di receptionist, akan tetapi sedihnya wifi gratis itu cuma kenceng di lobby hotel. hiks....
Saya sendiri di Mesir hanya memanfaatkan wifi gratis hotel, bus, dan tentunya wifi suami, jadinya kemana-mana ga jauh dari suami. hahahha..... (mak irit)

Untuk fasilitas lain, rasanya hampir semua jamaah rombongan kami tidak sempat untuk menikmati karena padatnya agenda perjalanan kami. Beberapa jamaah paling cuma memanfaatkan fasilitas laundry yang ada ataupun atm untuk mendapatkan uang. Kami sepasang suami istri yang agak telat (hahha) menarik uang baru kira2 di hari ketiga kami wkwkkw, itu pun karena jadwal agendanya ke pasar khan khalil. Nyesel juga sih nukerin dikit dan belanja dikit di Mesir. Padahal ya, harganya murce2 dan barangnya juga lumayan antik deh.


Suasana di Pasar Khan Khalil



Banyak pernak-pernik antik khas Mesir di Jual di pasar ini

Sebenarnya bukan karena mau irit juga sih nuker EGYPT Pound sedikit (FYI 1 Egypt pounds = Rp. 785), tapi karena saya udah kebingungan kalau belanja kebanyakan nanti mau disimpan dimana, mengingat itu koper full plus belum nanti belanja di Mekkah Madinah. Oiya satu hal buat pengalaman saya, jangan pernah belanja oleh2 di depan Restaurant atau tempat-tempat obyek wisata yang menawarkan beli dengan Rupiah, karena percaya deh di pasar Khan Khalil ini jauhhh lebih murce durce. Pengalaman berasa murahhh banget beli Magnet dan Dompet kecil dengan harga 100rb dapet segambreng, taunya... di pasar jauhh lebih murce.. aw aw aw....


Lanjut cerita di Hotel Grand Pyramid, setelah cukup istirahat dan tiba waktunya bangun pagi, saya dan suami bergegas mengisi perut yang sudah mulai keroncongan, dengan tentunya menuju Restaurant hotel for breakfast. Menu yang ditawarkan sesungguhnya adalah yang masih bisa masuk di lidah saya dan suami (saya lebih tepatnya!! karena Alhamdulillah setiap traveling saya tidak begitu kesulitan menyesuaikan berbagai macam makanan yang disediakan). Saya, tentu saja mengambil Nasi (Indonesiaah), omelette (yang pas saya cicipi ternyata belakangan saya tau rasanya sedikit manis), dan sosis serta telur rebus (ini yang paling aman). Satu yang saya suka di hotel tsb adalah rotinya yang enak. saya suka sekali roti di Mesir, enakkk..... (nyam nyam nyam)

Ada juga roti Mesir yang banyak saya dapati orang menjualnya di pinggir jalan, toko-toko maupun di restaurant. Ini dia penampakannya. 

Roti Isyh

Roti ini rasanya hambar, namun enak, apalagi jika dimakan panas-panas dengan cocolan salad n sauce. Orang Mesir biasa juga memakannya dengan kuah kari. Namun kalau saya cukuplah dengan salad dan mayonaisenya atau tanpa apa2.


Selengkapnya tentang cerita perjalanan ziarah saya dan suami ke Mesir bisa dilihat di sini








Read More - Perjalanan Ke Mesir

Thursday, 30 November 2017

Perjalanan Religi 2017

Berawal dari obrolan dengan suami yang menginfokan program Umroh Plus Ziarah Mesir yang diadakan oleh Majelis Ta'lim tempatnya mengaji, akhirnya tanpa ada rencana sebelumnya kami memutuskan ikut program tersebut. Kalau boleh dibilang ini murni panggilan hati, bila tidak sekarang kapan lagi? Kita tidak tau usia kita sampai kapan, perkara materi yang lumayan juga menjadi pertimbangan bagi suami dan saya, akhirnya tak menjadi penghambat besar menghalangi tekad hati kami. Bismillah, berangkatlah kami dari tanggal 04 Nov 17 sd 16 Nov 17.

Bagi saya dan suami, berumroh untuk pertama kali merupakan suatu pengalaman berharga yang tak ternilai dengan materi. Masya Allah, nikmat Allah sungguh luar biasa, tak henti puji serta syukur kami panjatkan. 


Perjalanan Religi selama 13 hari ini dimulai dari Jakarta - Muscat - Cairo - Alexandria - Tanta - Cairo - Jeddah - Mekkah - Thaif - Mekkah - Madinah - Badr - Madinah - Jeddah - Colombo - Jakarta. 

Day 1
-- Flight Jakarta - Muscat - Cairo --

Day 2
Hari ke-2 di Mesir (5 Nov 2017) #ZiarahMesirAlbantani
ZIARAH 1
1. Masjid dan makam Sayyidah Zainab
2. Masjid dan makam Imam Ahmad Ibnu Athoillah as-Sakandary, pengarang kitab al-Hikam.
3. Makam Imam Qusyairi (dekat makam ibnu athoillah)
4. Makam Imam Waki', salah seorang guru Imam Syafii
5. Masjid dan makam Imam Syafii
6. Makam Imam Ibnu Hajar al-Asqollany, pengarang kitab Fathul Baari
7. Makam Imam Laits ibnu Sa'ad, salah seorang mujtahid besar, Imam Syafii sampai menangis karena ketika beliau sampai di Mesir, Imam Laits sudah wafat sehingga beliau belum sempat berguru kepadanya.
8. Makam sahabat Uqbah bin Amir al-Juhani
9. Makam sahabat Amr bin Ash (riwayat lainnya memyebutkan makamnya di Mekkah).
10. Makam Fathimah binti Hasan al-Anwar (di depan sebelum masuk makam Uqbah)
11. Makam Sayyidah Rabiatul Adawiyah
12. Makam waliyullah Imam Dzun Nuun al-Mishry
13. Makam Muhammad ibnu al-Hanafiyah.

Day 3
ZIARAH 2 (6 Nov 2017) #ZiarahMesirAlbantani
1. Imam Ahmad al-Badawi
2. Sayyid Abdul Muta'al
3. Sayyid Nuruddin
4. Sayyid Abdur Rahman
5. Sayyid Ahmad Muhammad Hijab
6. Imam Mujahid
7. Imam Bushiri, pengarang qoshidah burdah
8. Abul Abbas al-Mursi, murid dari Abul Hasan as-Syadzili, penerus thoriqot Syadziliyah.
9. Ahmad bin Abul Abbas al-Mursi
10. Muhammad bin Abul Abbas al-Mursi
11. Imam Yaqut al-Arsy
12. Makinuddin al-Asmar
13. Syeikh Yusuf Al Ja'roni
14. Syeikh Mughari
15. Syeikh Muhammad asSyarif al Maghriby
16. Syeikh Muhammad Abu Wardah
17. Syeikh Muhammad Barkat
18. Syeikh Muhammad Assyarif
19. Syeikh Muhammad Atthorwadi
20. Syeikh Muhammad Al Hulwani
21. Syeikh Muhammad Al Minqo'i
22. Syeikh Muhammad mas'ud
23. Syeikh Muhammad Sholahuddin
24. Syeikh Muhammad Ijabah
25. Nabi Danial
26. Lukmanul Hakim

Day 4
Ziarah 3 (7 Nov 2017) #ZiarahMesirAlbantani
1. Masjid dan makam Imam Husein (yang dimakamkan di sini kepalanya saja)
2. Masjid al-Azhar
Sisanya jalan2 ke Papirus, Piramid, dan pasar Khan Kholil serta dinner di kapal pesiar yang berlayar di sungai Nil

Day 5
Ziarah 4 (8 Nov 2017) #ZiarahMesirAlbantani
1. Masjid dan makam Sayyidah Nafisah. Sayyidah Nafisah adalah keturunan Rasulullah saw, memiliki banyak karomah dan termasuk waliyullah.. Beliau menggali sendiri kuburnya yang dibuat di dalam kamarnya dan beliau masuk ke dalam kubur tersebut lalu mengkhatamkan al-Quran sebanyak 190 kali hingga ajalnya. Selama hidup beliau mengkhatamkan al-Quran tidak kurang dari 4000 kali.
2. Masjid Amru bin 'Ash, masjid pertama yang berdiri di benua Afrika yang didirikan oleh gubernur Amr bin 'Ash.
Sisanya nengokin Fir'aun dan bersiap berangkat ke Jeddah - Mekkah 

Day 6  - 7
09 -10 Nov 2017
Mekkah 
Day 8
11 Nov 2017
Thaif
1. Ziarah ke Masjid dan Makam Abdullah bin Abbas
2. Masjid Kuk' tempat dimana Nabi beristirahat saat ke Thaif
3. Masjid Addas (tempat pertemuan Nabi dengan pemuda bernama Addas, satu-satunya orang yang masuk islam saat nabi berdakwah ke thaif)
4. Qornul Manazil 
5. Ziarah ke Ma'la

Day 9
12 Nov 2017 
Mekkah 
Madinah

Day 10
13 Nov 2017
1. Madinah 
2. Ziarah ke Badar

Day 11 - 12 
14 - 15 Nov 17
Madinah

Day 13
Jakarta 






Read More - Perjalanan Religi 2017

Monday, 8 May 2017

Liburan Keluarga

Whoaaa.... lama banget ga posting blog inih, mungkin kalau ibarat makanan, blog ini udh jamuran saking lamanya dianggurin alias dibiarin tanpa postingan baru hahha....

Okeh skip--skipp--skipp...

Sebenarnya acara liburan keluarga alias jalan-jalan ke Luar negeri ini udah lamaaaaa banget ada di benak gw dan udh lama juga sempet diomongin sama pak suami semenjak ek punya paspor namun ujung-ujungnya belums sempet kemana-mana karena sibuk beranak pinak (halaah...) alias masih punya anak kecil-kecil. Ujung-ujungnya tahun2 lalu yaa ga jauh2 dari jawa barat dan jawa tengah :D.

Tetapi.... karena udh giat banget menabung tiap bulan melalui arisan jadilah juga keluarga kecil bahagia kami ini jalan-jalan ke luar negeri. Tujuannya ga jauh dari negeri sendiri, cukup ke negeri tetangga.

Awalnya sih memang pinginnn banget bawa anak2 ke legoland Malaysia di Johor Baru, trus bincang-bincang dengan suami katanya kalau lebih dekat baiknya via Changi aja. So jadilah kita tetapkan tanggal 22-25 April kita pergi melancong.



Awalnya nya sih sok sok berburu tiket murah waktu GA Fair yang di JCC bulan Maret, tapiii... urung dilaksanakan selain ga dapet (via ticketing temennya pak suami) jugaa akhirnya mikir karena tgl tersebut long wiken, so kita putuskan buru2 aja deh beli tiket khawatir ntar tambah mihill n abis pula.
Jadilah ambil second option setelah GA yakni B*tik Air.

Enaknya naik batik, selain dapet free meals (tentunyaaa) juga berasa banget kebetulan kemarin dapet pilot yang oke saat take off maupun landing. jadi berasa nyaman aja kemarin. Ga kayak trip keluarga dulu ke Jogja waktu kita putusin naik sodaranya Bat*k hehhe...

So Itenerary Simpel kita adalah :

22 April 2017
1. Fly with Ba*ik Air menuju Changi Airport
2. tiba di Changi langsung dijemput Owner mobil yang akan anter kita ke Johor Baru
3. Tiba di Jen Hotel JHB

4. HK dan Thomas Town (In fact gw ke  Thomas saja aga eman2 klo ke HK)


5. Jalan-jalan seputar Hotel dan kawasan Puteri Harbour (ini memang di kawasan hotel, jadi kalau cape tinggal naik lift deh ke kamar)


6. keluar cari makan deket2 hotel. Terselamatkan kantong coz kebetulan ada satu food stall deket somerset hotel yang ngejual makanan tradisional malaysia termasuk teh tarik dan roti canai. rasanyaaa Juara... mayan degh masih masuk di lidah ek dan keluarga.
7. leyeh-leyeh di hotel, tidur

23 April 2017
1. bangun tidur langsung nemenin krucils berenang di hotel


2. Setelah sarapan langsung caooo ke LEGOLAND dengan bus (not bus exactly mirip2 mobil van gt) dan kita cuman sekeluarga karena hari itu di hotel ga ada yang ke legoland di jam 09.30 hahha

3. Menikmati legoland dan bermain sampe pegel

4. Belanja di JPO (Wajibbb)
5. Pulang dan makan malam ditempat kemarin :D
6. have a nice rest

24 APril 2017
1. Siap-siap check out dan sarapan
2. dijemput sama owner mobil yang nganter balik ke Spore
3. Check in di Jayleen Hotel
4. Naik MRT dari clarke quay ke Orchard
5. jalan-jalan ke Mall sambil makan siang trus ketemu ice cream uncle yeayyy
6. Menuju Masjid untuk ziarah ke makam
7. Ke bugis :D
8. pulang ke hotel setelah capaiii

25 APril 2017
1. Jalan-jalan pagi menyusuri spore dan icon-iconnya (ini beneran jalan boooo dari hotel)
2. Siap-siap check out
3. menunju changi untuk balik ke jakarta
4. Tiba Jakarta :)
Read More - Liburan Keluarga

Wednesday, 28 December 2016

Review Tahun 2016

Review Tahun 2016

Januari, Februari, Maret 2016, rasanya tidak ada yang aneh, istimewa ataupun extravaganza.
Baru di April 2016 lah saya merasa duka mendalam kehilangan seorang ayah penyabar yang tak pernah marah. Dia Ayah mertua saya, Ayah dari Suami saya..... duka menyelimuti keluarga kami di tahun ini....

Mei, Juni 2016 Persiapan memasukan Raisa ke SDIT. Akhirnya setelah beberapa pertimbangan dipikirkan, kami sepakat memasukan Raisa di SDIT depan rumah. yang jaraknya tidak jauh dan juga pertimbangannya Sabtu libur.

Juli 2016 Raisa resmi jadi anak SD :) ga kerasa anak mami sudah besar hikss *terharu

Agustus, September, November, Desember selalu berusaha lebih baik lagi menjadi anak, menjadi istri, menjadi ibu, menjadi saudara, menjadi sahabat, menjadi rekan dan menjadi karyawan. yang utama adalah lebih baik lagi menjadi hamba Allah SWT... semangat memperbaiki diri...

Desember 2016 mulai proyek renovasi rumah lt. 3 biar ngejemur pakaian bisa luasan di atas, biar tidur semua bisa pindah ke lantai 2 dan biar lantai 1 rapi ga diacak2 melulu sama si ganteng n si cantik hihihi....


Read More - Review Tahun 2016

Wednesday, 4 May 2016

Buya Urwah Salim

H. Ahmad Urwah Salim, pertama kali kukenal beliau di bangku sekolah dasar ketika ku masih mengenakan pakaian putih merah. Beliau mulai mengajarku di bangku kelas empat sd kelas enam SD untuk pelajaran Nahwu, Shorof dan Bahasa Arab. Ustz Urwah, begitu ku memanggilnya dahulu...

Setiap Minggu pagi tak pernah ku absen dari les yang diselenggarakan disekolah. Duduk bertiga satu bangku karena memang kelas kami apabila les digabung menjadi satu. khusu mendengarkan dan menyimak beliau mengajarkan. Cara beliau mengajar memang sangat menyenangkan, gampang dicerna bagi kami murid-murid kecilnya. Walaupun nilaiku tidak bisa dibilang bagus-bagus amat di pelajaran ini namun aku cukup menyenangi pelajaran ini.

Beliau juga masih Saudara bila dihubungkan dengan garis keturunan Bebe (ayahku), karena ibunda beliau adalah keponakan dari Kakekku. Namun memang sudah termasuk Saudara Jauh.

Ketika bimbang untuk memutuskan melanjutkan ke jenjang pernikahan dengan anak laki-laki pertamanya (Suamiku), dialah yang datang dimimpiku. Saat itu setelah saya beberapa kali sholat Istikhoroh, saya ada dua atau tiga kali bermimpi yang sama. Saya bermimpi buya urwah ada di sebelah kiri saya sedang bersalaman dengan tamu dan kami semua ada di atas pelaminan. Itulah yang akhirnya membuat saya mantap terus melangkah dengan suami saya Udhy Baidhowy bin Urwah Salim. 

Semenjak saya mengenal buya dari kecil sampai dengan setelah saya menikah dan menjadi menantunya, tak pernah saya dapati buya marah sedikitpun. Sabar... satu kata untuknya. Hari-harinya pun dimanfaatkan untuk kegiatan postif utamanya mengaji Quran tiap harinya. Begitupun ketika beliau sakit.

Tak pernah sekalipun beliau menuntut ini itu kepada kami anak-anak dan menantunya. Tak pernah sekalipun saya direpoti olehnya. bahkan beliau lebih sering mengkhawatirkan kami anaknya dibanding mengkhawatirkan dirinya.

Buya... engkau telah kembali kepada-Nya. Namun aku belum sempat berbakti kepadamu, berbuat baik kepadamu. Bahkan meminta maaf atas salah dan kekuranganku selama ini menjadi anak menantumupun belum.

Aku yakin engkau telah tenang di sana.. Bahkan penggali kuburmupun menjadi saksi betapa mudahnya iya menggali kuburmu seperti tanah gembur sendiri atau ada yang membantunya. Bahkan yang mengaji dikuburmupun bersaksi mendengar adzan dalam kuburmu. 

Ya Allah, semoga aku dapat memetik hikmah dari semua kejadian ini dan menjadikan ini pelajaran berharga untukku agar aku lebih istiqomah dalam beribadah kepadaMu dan mempertebal iman dan takwaku kepadaMu ya Allah ya Rob...

Selamat jalan Buya, semoga anak dan keturunanmu kelak dapat mencontohmu... Aamiin yra..
Read More - Buya Urwah Salim