Wednesday, 16 January 2019

Resolusi Tahun 2019


Alhamdulillah, akhirnya sempat juga mampir di blog saya yang udah lama saya tinggalkan. Bahkan di tahun lalu hanya beberapa cerita saja yang sempat saya posting :D

Tak terasa sudah tahun 2019, sekarang malah sudah 16 hari di bulan Januari kita lalui. Biasanya di tahun sebelum saya suka posting resolusi yang ingin dicapai tahun ini.

Di tahun ini bila Allah berkehendak, saya ingin sekali :
1. Tambah momongan alias hamil again untuk ketiga kalinya. Aamiin yra...
2. Bila Allah berkehendak lain dan belum diberi rizki anak ketiga, berharap dapat panggilan menjadi tamu Nya untuk menunaikan rukun islam yang kelima, pergi haji. Yess, ingin banget beribadah ke sana lagi dan tentunya saya ingin banget ziarah ke makam nabi. Aamiin yra....
3. Tentang bisnis online yang udah dari tahun 2010 dirintis tapi ga berkembang2, pingin banget juga mengembangkan di tahun ini. Settle membangun bisnis
4. Target - target lain yang hubungannya dengan kebaikan diri baik dalam hal ibadah tentunya, keluarga, dan hal lain yang positif.


Semoga semua target ini tercapai di tahun ini Aamiin yra......
Read More - Resolusi Tahun 2019

Friday, 7 September 2018

Bagaimana Mencium Hajar Aswad

Perkara Ibadah sebenarnya pinginnya simpan untuk diri sendiri saja, tapi setelah dipikir mungkin dengan menulis ini saya sedikit bisa berbagi pengalaman bagi yang ingin sekali mencium hajar aswad saat beribadah di tanah suci, akhirnya sy niatkan tulisan ini untuk berbagi mudah-mudahan ada manfaat yang bisa diambil dari membaca tulisan saya ini.

Tahun 2017 lalu, merupakan tahun dimana pertama kali saya menginjakan kaki di Baitullah. Seperti mimpi, tidak terbayangkan bagi saya akan melaksanakan ibadah umroh pada tahun tersebut.

Saat manasik umroh yang pertama kali ada doa-doa dan amalan yang diajarkan oleh guru kami. Kata beliau, mulai sekarang banyak-banyak baca sholawat agar dipermudah perjalanan di sana dan diberi kelancaran. Ada satu sholawat yang diajarkannya pada kami untuk kami mulai amalkan baca.


Jujur waktu itu ada sedikit kekhawatiran, karena tanggal umroh adalah tanggal masa-masa periode bulanan saya. Akhirnya bismillah mulai ngapalin sholawat ini dan mengamalkannya. Alhamdulillah, 'tamu' yang seharusnya datang pada saat di tanah haram tiba-tiba bergeser waktunya menjadi lebih cepat saat menjelang keberangkatan umroh dan selesai ketika saya tiba di Mesir.

Setelah ziarah ke negeri para nabi "Mesir", saya dan rombongan pun menuju tanah haram dan tiba di waktu malam. Setelah mengambil miqot, kamipun memulai ibadah umroh pertama kami. Dengan dibimbing guru kami alhamdulillah rangkaian-rangkaian ibadah lancar kami laksanakan. Saat umroh pertama (umroh wajib) saya belum masuk dan mendekat ke ka'bah karena masih mengikuti rombongan. Baru saat malam saya ke masjid, saya mendekati Ka'bah, dekat... dan menciumnya.. Masuk ke hijr ismail dan solat di dalamnya. Masya Allah.... 

Dahulu saya berpikir, bagaimana orang bisa masuk ke dalam hijr ismail di tengah penuhnya gelombang lautan manusia. Tapi bila Allah berkehendak pasti dia mudahkan jalan...

Kali kedua itu saya memasuki area Ka'bah, awalnya ada rasa takut dalam diri saya karena saat itu area thowaf tidak bebas dimasuki oleh orang, khususnya kaum laki-laki. Hanya yang mengenakan ihrom saja yang bisa memasuki area Ka'bah. Akhirnya terpisahlah saya dan suami. Saat itu saya sempat berpikir, ikut suami atau misah masuk ke area thawaf. Akhirnya bismillah, saya misah masuk ke area thawaf dan mendekat ke Jamaah-jamaah arab yang mengenakan hitam-hitam seperti gamis saya biar saruh kesannya bareng rombongan gitu.  Sambil terus baca sholawat saya minta Allah mudahkan saya bertemu orang yang saya kenal dari sekian banyak orang biar nanti thawaf ada teman, Masya Allah pas masuk area thawaf eh ko ada nongol logo travel umroh saya dari jauh kelihat, langsunglah buru2 mengikuti rombongan jamaah perempuan dan akhirnya saya bisa beribadah bersama-sama dengan dibimbing oleh umi (istri dari guru kami).

Setelah perjalanan ke thoif di sore hari, menjelang malam kami (beberapa jamaah) mengambil miqot di qornul manazil. Melaksanakan umroh yang kedua pada dini hari berdua bersama suami. Setelah selesai rangkaian umroh, saya mengantar suami untuk mendekati dan masuk hijr ismail, sambil menjaga di belakangnya saat dia solat di dalam hijr ismail. Bilamana saudara/i ku ingin sholat di dalam Ka'bah dan tenang tanpa khawatir terinjak, sholat lah tepat di depan Ka'bah masuk ke dalam mepet ke bagian paling pojok dari Hijr Ismail. Namun, bergantianlah dengan Jamaah lain. bila sudah cukup pindahlah ke area lain untuk berdoa.

Setelah sholat dan berdoa di Hijr Ismail, kami berdua mendekat ke multazam untuk berdoa di sana dan mendekat merapat ke arah Hajr Aswad. Aku melihat ibu-ibu yang naik ke atas pijakan untuk mencium hajr Aswad. penuh sekali rasanya, namun satu suara di hatiku mendorongku untuk terus semangat berpikir positif insyaallah bisa. Saya terpisah dari suami saya. karena terdorong orang yang begitu banyak ingin bergantian mencium hajr Aswad. Memang menurut guru kami yang paling mudah masuklah dari multazam terus merepet sedikit, karena nanti pasi akan terdorong ke arah hajr aswad. Benar saja tiba-tiba entah bagaimana saya sudah ada di depan Hajr Aswad dan saya langsung merunduk untuk menciumnya, wangii sekali. Rasanya seperti waktu berhenti, tidak ada yang menegur saya rasanya lama sekali saya berdoa. Lalu ada suara di hati saya yang menegur, ayo gantian dengan yang lain jangan lama2 yang lain pasti juga menunggu. Akhirnya saya keluarkan kepala saya, dan sekita itu saya mental keluar seperti terlempar dari kerumunan. Setelah itu rasanya luarr biasa, pengalaman yang tdk bisa terucap dengan kata- kata. Mata saya berkeliling mencari suami saya dimana dia berada, ternyata dia masih belum bisa masuk ke dalam, akhirnya saya panggil "abi.." seketika itu dia menoleh dan akhirnya keluar dari kerumunan memberikan tas dan kacamatanya lalu masuk kembali ke kerumunan itu. 

Subuh saya sholat di luar, berjanji untuk bertemu di tempat dimana saya dan suami biasa janjian. Disitu setelah selesai, suami saya cerita bahwa dia juga berhasil mencium hajar aswad walaupun terpental beberapa kali, ketika dia akhirnya ikhlas (karena sempet agak sedih, ko ibadah begini banget saling desak-desakan trus kain ihromnya sempet nyangkut, udah lah kalau begini biar dah ya Allah) eh dia akhirnya dimudahkan juga untuk menciumnya. Dia bilang saat saya mencium ada tangan orang yang ngelindungin seperti jagain, tapi dia ga tau dah itu siapa jadi saya mudah masuk mencium hajar aswad (wallohualam..) saya yakin Allah senantiasa memudahkan langkah kita jika niatan kita baik diikuti tekad kuat.

Amalan saya yang diajarkan guru kami, membaca sholawat di atas dari mulai melangkahkan kaki keluar hotel terus sampai masuk masjid. Selain itu beliau juga pesan sholat sunat hajat dua rakaat sebelum berangkat ke Mesjid. 

Demikian mudah-mudah2an postingan saya ini bermanfaat, yang baik semua datangnya dari Allah sedang yang buruk adalah khilaf saya semata mohon dimaafkan

Terimakasih
Read More - Bagaimana Mencium Hajar Aswad

Monday, 13 August 2018

Kay sekolah di TK

Tahun ajaran baru memang baru beberapa bulan berjalan, yess bisa dibilang kurang lebih satu bulan lah ya. Di tahun pelajaran 2018/2019 ini si nomor 2 akhirnya didaftarkan di sekolah deket-deket yang memang akhirnya doi acc untuk didaftarkan di situ. Kenapa dibilang akhirnya? karena sejujurnya awalnya dia ga mau sekolah TK, udh dibujuk rayu dan diajak bicara serta cerita-cerita, Kay tetep maunya sekolah di SD nya kakak. Hohohoho.... Dia mau langsung SDIT gaes.... Aduhh kebayang dong bingungnya kepala emak memikirkannya..  

However, finally in the end of time He says yess to me. So that, I buy the registration form for him to attend the school. We choose TK Persi*a I near our home. The registration form itself is only IDR 45K. 

So here is Kay on his first day at school



Menyusun balok di dalam kelas

Olahraga di Lapangan sekolah

Bersama teman sekelas dan Ibu Guru



Walaupun ada banyak drama di tahun ini untuk kayyis, namun mami harus tetap semangat dan tak patah asa, maju terus pantang mundur walau diiringi derai air mata kayyis yang agak lebay ga mau sekolah. huhuhuhu.....
Read More - Kay sekolah di TK

Saturday, 5 May 2018

Umroh Pertama

"Orang yang mempunyai duit banyak sekalipun, belum tentu mendapat kesempatan menjadi tamu Allah ke Baitullah..." 

Kata-kata tersebut seringkali saya dengar, baik dari cerita orang maupun kadang ceramah agama. Yak, orang dengan duit  pas-pasan atau bahkan cekak pun, dengan tekad dan niat kuat, jikalau memang telah Allah takdirkan dan panggil untuk menjadi tamu-Nya, niscaya tidak ada jalan yang tak mungkin... Sebaliknya orang yang mempunyai banyak harta, jikalau hati mereka belum tergerak dan tidak ditakdirkan Allah maka bisa saja lepas dari mereka kesempatan ziarah ke Baitullah.

Tahun 2017, tidak ada dalam rencana kami berpergian jauh, apalagi berumroh pada tahun itu. Apabila bicara niat, tentu saja niat ingin berumroh sudah kami pancang dan tanam dalam hati, seiring keingan kami untuk menunaikan rukun islam yang kelima. Entah bagaimana tiba-tiba Allah mudahkan kami untuk mengiyakan keikutsertaan umroh plus ziarah Mesir bersama majelis ta'lim pimpinan tuan guru kami KH Fakhruddin Al-Bantani. Alhamdulillah syukur kepada Allah akhirnya kami dapat melaksanakan umroh pertama kami di usia kami yang masih kepala tiga. Lakal hamdu ya Allah... 


Read More - Umroh Pertama

Tuesday, 24 April 2018

Perjalanan Ke Mesir

Sambil santai teringat perjalanan akhir 2017 lalu ke Negeri para Nabi, Mesir.

Bagi kalian yang berencana atau berkeinginan ke Mesir, berikut saya kasih info pengalaman saya ke Mesir dan sedikit berbagi agenda selama di sana.

Penerbangan yang lumayan lama ditempuh dari Jakarta - Muscat - Kairo membuat badan terasa remuk redam saat tiba di malam hari di Giza. Yess, kita menginap di salah satu hotel yang tidak begitu jauh dari letak Great Pyramid yg termashur. Tepatnya di Grand Pyramid.

Hotelnya sendiri merupakan hotel bintang **** lumayan lah fasilitas dan segi kenyamanannya buat kami. Walaupun sudah lumayan agak tua, baik dari segi bangunan maupun interior (kelihatannya), namun buat turis berkantong tipis macam kami, cukup lah yaa....





*pic from  booking.com



Untuk wifi gratis bisa kamu dapatkan dengan meminta pasword wifi di receptionist, akan tetapi sedihnya wifi gratis itu cuma kenceng di lobby hotel. hiks....
Saya sendiri di Mesir hanya memanfaatkan wifi gratis hotel, bus, dan tentunya wifi suami, jadinya kemana-mana ga jauh dari suami. hahahha..... (mak irit)

Untuk fasilitas lain, rasanya hampir semua jamaah rombongan kami tidak sempat untuk menikmati karena padatnya agenda perjalanan kami. Beberapa jamaah paling cuma memanfaatkan fasilitas laundry yang ada ataupun atm untuk mendapatkan uang. Kami sepasang suami istri yang agak telat (hahha) menarik uang baru kira2 di hari ketiga kami wkwkkw, itu pun karena jadwal agendanya ke pasar khan khalil. Nyesel juga sih nukerin dikit dan belanja dikit di Mesir. Padahal ya, harganya murce2 dan barangnya juga lumayan antik deh.


Suasana di Pasar Khan Khalil



Banyak pernak-pernik antik khas Mesir di Jual di pasar ini

Sebenarnya bukan karena mau irit juga sih nuker EGYPT Pound sedikit (FYI 1 Egypt pounds = Rp. 785), tapi karena saya udah kebingungan kalau belanja kebanyakan nanti mau disimpan dimana, mengingat itu koper full plus belum nanti belanja di Mekkah Madinah. Oiya satu hal buat pengalaman saya, jangan pernah belanja oleh2 di depan Restaurant atau tempat-tempat obyek wisata yang menawarkan beli dengan Rupiah, karena percaya deh di pasar Khan Khalil ini jauhhh lebih murce durce. Pengalaman berasa murahhh banget beli Magnet dan Dompet kecil dengan harga 100rb dapet segambreng, taunya... di pasar jauhh lebih murce.. aw aw aw....


Lanjut cerita di Hotel Grand Pyramid, setelah cukup istirahat dan tiba waktunya bangun pagi, saya dan suami bergegas mengisi perut yang sudah mulai keroncongan, dengan tentunya menuju Restaurant hotel for breakfast. Menu yang ditawarkan sesungguhnya adalah yang masih bisa masuk di lidah saya dan suami (saya lebih tepatnya!! karena Alhamdulillah setiap traveling saya tidak begitu kesulitan menyesuaikan berbagai macam makanan yang disediakan). Saya, tentu saja mengambil Nasi (Indonesiaah), omelette (yang pas saya cicipi ternyata belakangan saya tau rasanya sedikit manis), dan sosis serta telur rebus (ini yang paling aman). Satu yang saya suka di hotel tsb adalah rotinya yang enak. saya suka sekali roti di Mesir, enakkk..... (nyam nyam nyam)

Ada juga roti Mesir yang banyak saya dapati orang menjualnya di pinggir jalan, toko-toko maupun di restaurant. Ini dia penampakannya. 

Roti Isyh

Roti ini rasanya hambar, namun enak, apalagi jika dimakan panas-panas dengan cocolan salad n sauce. Orang Mesir biasa juga memakannya dengan kuah kari. Namun kalau saya cukuplah dengan salad dan mayonaisenya atau tanpa apa2.


Selengkapnya tentang cerita perjalanan ziarah saya dan suami ke Mesir bisa dilihat di sini








Read More - Perjalanan Ke Mesir