Thursday, 5 November 2020

Ke Dunia Luar

 Berprasangka baik deh sama Allah.

Itu mesti...
Karena ketika kita posthink, aura dan segalanya biasanya diberikan kelancaran aja....
InsyaAllah...

Dulu saya ga pernah ngira bakal bisa lihat dunia luar, ga pernah nyangka bisa ke luar negeri gitu. Beneran banget. Bahkan ke singapore atau malaysia yang deket2 itu.

Tapi masih tetep posthink sampe pernah di awal nikah belum lahir anak pertama sengajain bener2 niat buat paspor. Ada jg ceritanya kepingin ke dua negara yang deket2 itu. Eh taunya belum dikasih jalan, karena sampe itu paspor expired masih kosong aja gada stempelnya alias belum jadi2 perginya 😆😁

Banyak pertimbangan sih, ga lama dr itu hamil, trus anak lahir masih kecil, trus juga klo bertiga jalan kan mesti lumayan kumpulin uangnya, dll jadi akhirnya ga jadi2.

Sampai disitu saya masih berprasangka baik bahwa masih ada kemungkinan klo masih ada kemauan. 2016 akhirnya pertama kali menginjakkan kaki di negara orang. Sekali jalan  langsung ke 2 negara, singapore dan malaysia (johor) krn waktu itu pingin banget ke legoland ngajak kakak dan dede. Alhamdulillah....
Walau mesti nabung lumayan (bagi saya ya) tapi kepuasan terbayarkan krn bisa pergi bareng keluarga.

Read More - Ke Dunia Luar

Friday, 8 May 2020

TAHUN 2020

Mei 2020,

Permulaan tahun 2020 ini banyak sekali hal terjadi di dunia ini. Di awali dengan adanya virus baru yang mewabah di wuhan, China pada akhir Desember 2019. Merambat ke Januari, Februari meluas dari wuhan, seluruh daratan china, hongkong, lanjut ke korea selatan. Awal Februari 2020 tanggal 5 - 10 Februari, saya berkesempatan trip ke Korea Selatan gratis dari MCI. Lokasi kunjungan ke Gangwon Province dan Seoul. Saat saya tiba di sana, virus tersebut belum begitu mewabah. baru sekitar 19 Orang yang terdeteksi positif dan sudah dilakukan tindakan super ketat oleh pemerintah korea. Walau demikian, untuk keamanan kami di sana kami tetap masker on kemana2. Hand Sanitizer di tas lengkap tisue basah dll untuk bersih2. 

Gangwon relatif masih aman karena udaranya yang masih bersih. Saat itu masih musim dingin dan salju masih ada di sana. Lepas dari sana, kami beranjak ke seoul. Saat itulah Tl kami agak memperketat penjagaan dengan terus menerus mengingatkan agar kami selalu jaga kebersihan, cuci tangan, dan mengenakan masker. But so far, di sana masih sangat aman.

Resolusi tahun 2020 ini hanya ingin menjadi lebih baik. Berdoa agar keadaan kembali membaik seperti semula saat covid19 belum ada.

Sekarang kita semua tetap #stayathome dan jaga jarak. Dari bulan April kami sudah mulai working from home, Homeschooling dan melakukan semua aktivitas di rumah. Bahkan Ramadhan kali ini kita tidak ada yang tarawih di musholla atau pun masjid. semua tarawih di rumah masing2. Sedih... iya...

Biasanya buka puasa bersama sanak keluarga, teman dan kerabat. sekarang udah gada deh agenda bukber di luar. semua buka bersama dengan keluarga masing2 di rumah masing-masing.
Read More - TAHUN 2020

Wednesday, 16 January 2019

Resolusi Tahun 2019


Alhamdulillah, akhirnya sempat juga mampir di blog saya yang udah lama saya tinggalkan. Bahkan di tahun lalu hanya beberapa cerita saja yang sempat saya posting :D

Tak terasa sudah tahun 2019, sekarang malah sudah 16 hari di bulan Januari kita lalui. Biasanya di tahun sebelum saya suka posting resolusi yang ingin dicapai tahun ini.

Di tahun ini bila Allah berkehendak, saya ingin sekali :
1. Tambah momongan alias hamil again untuk ketiga kalinya. Aamiin yra...
2. Bila Allah berkehendak lain dan belum diberi rizki anak ketiga, berharap dapat panggilan menjadi tamu Nya untuk menunaikan rukun islam yang kelima, pergi haji. Yess, ingin banget beribadah ke sana lagi dan tentunya saya ingin banget ziarah ke makam nabi. Aamiin yra....
3. Tentang bisnis online yang udah dari tahun 2010 dirintis tapi ga berkembang2, pingin banget juga mengembangkan di tahun ini. Settle membangun bisnis
4. Target - target lain yang hubungannya dengan kebaikan diri baik dalam hal ibadah tentunya, keluarga, dan hal lain yang positif.


Semoga semua target ini tercapai di tahun ini Aamiin yra......
Read More - Resolusi Tahun 2019

Friday, 7 September 2018

Bagaimana Mencium Hajar Aswad

Perkara Ibadah sebenarnya pinginnya simpan untuk diri sendiri saja, tapi setelah dipikir mungkin dengan menulis ini saya sedikit bisa berbagi pengalaman bagi yang ingin sekali mencium hajar aswad saat beribadah di tanah suci, akhirnya sy niatkan tulisan ini untuk berbagi mudah-mudahan ada manfaat yang bisa diambil dari membaca tulisan saya ini.

Tahun 2017 lalu, merupakan tahun dimana pertama kali saya menginjakan kaki di Baitullah. Seperti mimpi, tidak terbayangkan bagi saya akan melaksanakan ibadah umroh pada tahun tersebut.

Saat manasik umroh yang pertama kali ada doa-doa dan amalan yang diajarkan oleh guru kami. Kata beliau, mulai sekarang banyak-banyak baca sholawat agar dipermudah perjalanan di sana dan diberi kelancaran. Ada satu sholawat yang diajarkannya pada kami untuk kami mulai amalkan baca.


Jujur waktu itu ada sedikit kekhawatiran, karena tanggal umroh adalah tanggal masa-masa periode bulanan saya. Akhirnya bismillah mulai ngapalin sholawat ini dan mengamalkannya. Alhamdulillah, 'tamu' yang seharusnya datang pada saat di tanah haram tiba-tiba bergeser waktunya menjadi lebih cepat saat menjelang keberangkatan umroh dan selesai ketika saya tiba di Mesir.

Setelah ziarah ke negeri para nabi "Mesir", saya dan rombongan pun menuju tanah haram dan tiba di waktu malam. Setelah mengambil miqot, kamipun memulai ibadah umroh pertama kami. Dengan dibimbing guru kami alhamdulillah rangkaian-rangkaian ibadah lancar kami laksanakan. Saat umroh pertama (umroh wajib) saya belum masuk dan mendekat ke ka'bah karena masih mengikuti rombongan. Baru saat malam saya ke masjid, saya mendekati Ka'bah, dekat... dan menciumnya.. Masuk ke hijr ismail dan solat di dalamnya. Masya Allah.... 

Dahulu saya berpikir, bagaimana orang bisa masuk ke dalam hijr ismail di tengah penuhnya gelombang lautan manusia. Tapi bila Allah berkehendak pasti dia mudahkan jalan...

Kali kedua itu saya memasuki area Ka'bah, awalnya ada rasa takut dalam diri saya karena saat itu area thowaf tidak bebas dimasuki oleh orang, khususnya kaum laki-laki. Hanya yang mengenakan ihrom saja yang bisa memasuki area Ka'bah. Akhirnya terpisahlah saya dan suami. Saat itu saya sempat berpikir, ikut suami atau misah masuk ke area thawaf. Akhirnya bismillah, saya misah masuk ke area thawaf dan mendekat ke Jamaah-jamaah arab yang mengenakan hitam-hitam seperti gamis saya biar saruh kesannya bareng rombongan gitu.  Sambil terus baca sholawat saya minta Allah mudahkan saya bertemu orang yang saya kenal dari sekian banyak orang biar nanti thawaf ada teman, Masya Allah pas masuk area thawaf eh ko ada nongol logo travel umroh saya dari jauh kelihat, langsunglah buru2 mengikuti rombongan jamaah perempuan dan akhirnya saya bisa beribadah bersama-sama dengan dibimbing oleh umi (istri dari guru kami).

Setelah perjalanan ke thoif di sore hari, menjelang malam kami (beberapa jamaah) mengambil miqot di qornul manazil. Melaksanakan umroh yang kedua pada dini hari berdua bersama suami. Setelah selesai rangkaian umroh, saya mengantar suami untuk mendekati dan masuk hijr ismail, sambil menjaga di belakangnya saat dia solat di dalam hijr ismail. Bilamana saudara/i ku ingin sholat di dalam Ka'bah dan tenang tanpa khawatir terinjak, sholat lah tepat di depan Ka'bah masuk ke dalam mepet ke bagian paling pojok dari Hijr Ismail. Namun, bergantianlah dengan Jamaah lain. bila sudah cukup pindahlah ke area lain untuk berdoa.

Setelah sholat dan berdoa di Hijr Ismail, kami berdua mendekat ke multazam untuk berdoa di sana dan mendekat merapat ke arah Hajr Aswad. Aku melihat ibu-ibu yang naik ke atas pijakan untuk mencium hajr Aswad. penuh sekali rasanya, namun satu suara di hatiku mendorongku untuk terus semangat berpikir positif insyaallah bisa. Saya terpisah dari suami saya. karena terdorong orang yang begitu banyak ingin bergantian mencium hajr Aswad. Memang menurut guru kami yang paling mudah masuklah dari multazam terus merepet sedikit, karena nanti pasi akan terdorong ke arah hajr aswad. Benar saja tiba-tiba entah bagaimana saya sudah ada di depan Hajr Aswad dan saya langsung merunduk untuk menciumnya, wangii sekali. Rasanya seperti waktu berhenti, tidak ada yang menegur saya rasanya lama sekali saya berdoa. Lalu ada suara di hati saya yang menegur, ayo gantian dengan yang lain jangan lama2 yang lain pasti juga menunggu. Akhirnya saya keluarkan kepala saya, dan sekita itu saya mental keluar seperti terlempar dari kerumunan. Setelah itu rasanya luarr biasa, pengalaman yang tdk bisa terucap dengan kata- kata. Mata saya berkeliling mencari suami saya dimana dia berada, ternyata dia masih belum bisa masuk ke dalam, akhirnya saya panggil "abi.." seketika itu dia menoleh dan akhirnya keluar dari kerumunan memberikan tas dan kacamatanya lalu masuk kembali ke kerumunan itu. 

Subuh saya sholat di luar, berjanji untuk bertemu di tempat dimana saya dan suami biasa janjian. Disitu setelah selesai, suami saya cerita bahwa dia juga berhasil mencium hajar aswad walaupun terpental beberapa kali, ketika dia akhirnya ikhlas (karena sempet agak sedih, ko ibadah begini banget saling desak-desakan trus kain ihromnya sempet nyangkut, udah lah kalau begini biar dah ya Allah) eh dia akhirnya dimudahkan juga untuk menciumnya. Dia bilang saat saya mencium ada tangan orang yang ngelindungin seperti jagain, tapi dia ga tau dah itu siapa jadi saya mudah masuk mencium hajar aswad (wallohualam..) saya yakin Allah senantiasa memudahkan langkah kita jika niatan kita baik diikuti tekad kuat.

Amalan saya yang diajarkan guru kami, membaca sholawat di atas dari mulai melangkahkan kaki keluar hotel terus sampai masuk masjid. Selain itu beliau juga pesan sholat sunat hajat dua rakaat sebelum berangkat ke Mesjid. 

Demikian mudah-mudah2an postingan saya ini bermanfaat, yang baik semua datangnya dari Allah sedang yang buruk adalah khilaf saya semata mohon dimaafkan

Terimakasih
Read More - Bagaimana Mencium Hajar Aswad

Monday, 13 August 2018

Kay sekolah di TK

Tahun ajaran baru memang baru beberapa bulan berjalan, yess bisa dibilang kurang lebih satu bulan lah ya. Di tahun pelajaran 2018/2019 ini si nomor 2 akhirnya didaftarkan di sekolah deket-deket yang memang akhirnya doi acc untuk didaftarkan di situ. Kenapa dibilang akhirnya? karena sejujurnya awalnya dia ga mau sekolah TK, udh dibujuk rayu dan diajak bicara serta cerita-cerita, Kay tetep maunya sekolah di SD nya kakak. Hohohoho.... Dia mau langsung SDIT gaes.... Aduhh kebayang dong bingungnya kepala emak memikirkannya..  

However, finally in the end of time He says yess to me. So that, I buy the registration form for him to attend the school. We choose TK Persi*a I near our home. The registration form itself is only IDR 45K. 

So here is Kay on his first day at school



Menyusun balok di dalam kelas

Olahraga di Lapangan sekolah

Bersama teman sekelas dan Ibu Guru



Walaupun ada banyak drama di tahun ini untuk kayyis, namun mami harus tetap semangat dan tak patah asa, maju terus pantang mundur walau diiringi derai air mata kayyis yang agak lebay ga mau sekolah. huhuhuhu.....
Read More - Kay sekolah di TK